isolasi-mandiri-anak-anak

Panduan Isolasi Mandiri bagi Anak-anak dengan Covid19

Isolasi mandiri anak-anak

WHO mengumumkan 8,5% dari jumlah penderita covid19 di seluruh dunia adalah anak-anak berusia dibawah 18 tahun. Sebuah jumlah yang cukup banyak. Bagi kalian sobat sehat yang memiliki anak-anak berusiah dibawah 18 tahun dan terpapar covid19, tentunya perlu ekstra usaha untuk melakukan Isolasi Mandiri Anak-anak. Berikut team Teman Sehat rangkumkan panduan untuk isolasi mandiri yang bisa diterapkan bagi anak-anak.

Hal yang pertama dan utama dilakukan adalah orangtua tidak panik dan bisa menenangkan anak dengan perlahan menjelaskan alasan harus dilakukan isolasi mandiri. orangtua diperkenankan mengasuh anak, namun bila orangtua negatif Covid-19 diusahakan untuk tidak terkena air liur dan cairan tubuh anak, begitu juga mencium anak.

Obat, dan alat kesehatan

Beberapa jenis obat dan peralatan kesehatan wajib yang perlu disiapkan untuk isolasi mandiri anak-anak adalah sebagai berikut.

  1. Termometer untuk mengukur suhu tubuh anak
  2. Oxymeter untuk mengukur saturasi oksigen
  3. Masker, sarung tangan, dan apron / celemek untuk pengasuh
  4. Obat paracetamol untuk penurun panas dan demam
  5. No Telp IGD Medis ataupun telemedicine

Lakukan pengawasan rutin, baik suhu, saturasi oksigen hingga kondisi tubuh anak. Jika anak-anak terlihat semakin memburuk (baik semakin demam, letih lesu dan tidak mau makan) segera konsultasikan dengan dokter ataupun melalui telemedicine.

Pengasuh

Tentukan pengasuh yang akan membantu mengawasi anak-anak dalam kegiatan sehari-hari. Jika pengasuh negatif, maka tetap jaga jarak, gunakan masker, sarung tangan dan juga celemek jika ada. Usahakan pengasuh tidak mempunyai riwayat penyakit berat ataupun komorbid, dan juga bukan lansia agar dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Ruangan dengan ventilasi udara

Gunakan ruangan yang memiliki ventilasi udara yang baik sebagai tempat isolasi. Bisa juga Jika di rumah terdapat balkon ataupun teras menggunakan tempat tersebut sebagai area beraktivitas, untuk mengganti suasana dan tidak cepat bosan. Berikan kegiatan-kegiatan yang menarik untuk dilakukan selama isolasi mandiri. Untuk anak-anak usia 2-3 tahun keatas biasanya sudah bisa bermain secara mandiri, tinggal di awasi saja.

isolasi-mandiri-anak-anak

Kenakan masker dan jaga jarak

Masker sangat dianjurkan untuk digunakan, baik bagi anak-anak ataupun pengasuh. Jangan lupa selalu sediakan hand sanitizer dan cuci tangan setiap sesudah ataupun sebelum berinteraksi dengan anak-anak. Bila anak-anak dalam ruangan sendiri, berikan istirahat masker agar tidak bosan. Selain itu ketika tidur juga tidak perlu memakai masker.

Tetap sedapat mungkin menjaga jarak termasuk saat tidur, terutama bila pengasuh negatif. Bila orangtua atau pengasuh harus merawat anak lain yang negatif, mandi dan ganti baju dahulu

Buang masker dan sarung tangan di tempat plastik khusus dan buang di tempat sampah berbeda. Cuci pakaian anak dan baju luar pengasuh secara terpisah dengan air hangat dan deterjen. Serta jangan makan makanan sisa anak atau makan dengan alat makan anak. Dan yang pasti Pengasuh juga harus menjaga kesehatan dan minum suplemen.

Lakukan tes rutin berkala

Jangan lupa untuk tes screening covid19 secara rutin, untuk mengetahui kondisi kesehatan orang tua, pengasuh, dan keluarga disekitar lingkungan isolasi mandiri. Dengan tes rutin, kita dapat mengambil tindakan dengan lebih cepat dari hasil tes yang berlangsung.

Untuk melakukan tes screening, kalian bisa menggunakan sebagai salah satu layanan yang bisa memfasilitasi keluarga kalian untuk tes. Baik tes secara perseorangan ataupun tes secara bersama-sama karena ada fitur Family booking di Teman Sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *