Kenali KIPI (Kejadian ikutan Pasca Imunisasi) atau Efek samping setelah Vaksin

Efek samping setelah vaksin

Pemerintah menggalakan secara masif demi mengejar target jumlah masyarakat yang tervaksinasi. Namun setiap individu memiliki daya tahan tubuh serta reaksi yang berbeda-beda satu sama lainnya, dan inilah yang menyebabkan KIPI, yang merupakan kepanjangan dari Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau biasa juga disebut efek samping setelah vaksin.

Untuk mengenali jenis-jenis efek samping setelah vaksin, berikut ini telah Teman Sehat kumpulkan beberapa informasi yang dirangkum dari website resmi pemerintah yaitu, . Hal yang perlu diingat adalah KIPI jauh lebih ringan dibandingkan terkena COVID-19 ataupun komplikasi terkait COVID-19.

Apa saja yang termasuk KIPI?

KIPI bersifat ringan dan bersifat sementara, antara lain:

  • Nyeri pada lengan, di tempat suntikan
  • Nyeri sendi
  • Menggigil
  • Mual atau muntah
  • Rasa lelah
  • Demam (ditandai dengan suhu di atas 37,8° C)

Anda dapat juga mengalami gejala mirip flu, menggigil selama 1-2 hari.

Reaksi yang terjadi biasanya menandakan vaksin sedang bekerja di dalam tubuh kita. Sistem daya tahan tubuh sedang belajar cara melindungi diri dari penyakit. KIPI umumnya bersifat sementara, hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Yang perlu dilakukan ketika mengalami efek samping vaksin

Jika merasa tidak nyaman, peserta vaksinasi dianjurkan beristirahat dan jika dibutuhkan, meminum obat penurun panas (sesuai dosis yang dianjurkan) serta perbanyak minum air putih.

Jika terdapat rasa nyeri di tempat suntikan, tetap gerakkan dan gunakan lengan seperti biasa. Apabila perlu, kompres bagian yang nyeri dengan kain bersih yang dibasahi dengan air dingin.

Laporkan Jika sudah parah

Jika Kipi yang terjadi sudah sangat mengganggu, kalian bisa langsung menghubungi dokter ataupun melaporkan ke petugas Kesehatan melalui nomor kontak yang tertera di kartu vaksinasi jika keluhan tidak berkurang.

atau bisa juga menghubungi laporan langsung melalui website berikut:

Jika demam timbul pada waktu lebih dari 48 jam setelah vaksinasi, atau berlangsung lebih lama dari 48 jam, langkah yang disarankan adalah isolasi mandiri dan melakukan tes COVID-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *