Donor plasma konvalesen

Yang harus kalian ketahui tentang Donor Plasma Konvalesen bagi penderita Covid-19

Donor Plasma Konvalesen

Tubuh manusia secara alami akan membentuk antibodi ketika terinfeksi bakteri, virus, atau jamur. Begitu juga saat terjangkit virus corona, tubuh akan membuat antibodi khusus yang akan mengingat virus tersebut bila nantinya kembali masuk ke dalam tubuh. Ketika pasien sudah sembuh, artinya tubuhnya sudah mampu mengatasi infeksi sehingga bisa dipakai untuk membantu orang lain yang masih sakit. Inilah yang mendasari Donor plasma konvalesen dilakukan.

Akhir-akhir ini, permintaan plasma konvalesen marak bermunculan di media sosial hingga grup-grup percakapan. Donor plasma konvalesen dari penyintas COVID-19 disebut-sebut dapat membantu memulihkan pasien COVID-19, terutama yang gejalanya cenderung berat. Apa benar begitu?

Apa itu Plasma Konvalesen

Donor plasma konvalesen
Donor plasma konvalesen lebih disarankan dari laki-laki

Plasma konvalesen adalah komponen atau plasma darah yang diambil dari pasien yang sudah sembuh dari suatu infeksi. Terapi ini bukanlah hal baru, sebab sudah pernah dilakukan sebelumnya untuk mengobati penyakit flu babi pada tahun 2009, Ebola, SARS, dan MERS.

Dalam kasus COVID-19, plasma darah yang diambil mengandung antibodi terhadap virus SARS-CoV-2. Setelah memenuhi kriteria donor, plasma konvalesen diambil dengan metode plasmaferesis sebanyak 400-600 ml. Dilansir dari laman resmi Satgas Penanganan COVID-19, saat ini terapi tersebut sudah bisa diakses masyarakat melalui Palang Merah Indonesia (PMI) di pusat.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi

  • Berusia 17-60 tahun;
  • Berat badan minimal 55 kg;
  • Diutamakan laki-laki, namun bagi wanita belum pernah hamil;
  • Pernah terkonfirmasi positif COVID-19 sebelumnya dengan real time PCR;
  • Dinyatakan sembuh dari COVID-19 dengan hasil swab PCR negatif;
  • Tidak memiliki komorbiditas seperti diabetes, hipertensi, kanker, dan penyakit saluran pernapasan lain:
  • Dinyatakan negatif dari penyakit infeksi menular lewat transfusi darah;
  • Memiliki golongan darah A, B, O dan rhesus yang harus kompatibel dengan calon penerima plasma;
  • Memiliki titer antibodi serum spesifik IgG anti SARS-CoV-2 lebih dari 1:320;
  • Bersedia menjalani prosedur plasmaferesis;
  • Bersedia menandatangani Informed Consent (ICT).

Pada dasarnya, persyaratan donor plasma konvalesen hampir sama dengan donor darah biasa. Namun, calon pendonor plasma konvalesen diutamakan berjenis kelamin laki-laki dan bertubuh sehat. Kenapa begitu?

Hal ini karena laki-laki tidak memiliki antigen HLA sehingga meminimalkan terjadinya masalah di calon penerima donor (resipien). Perempuan sebetulnya juga boleh menjadi pendonor asalkan tidak sedang hamil dan memenuhi kriteria lainnya.

Sumber :

Satu Komentar “Yang harus kalian ketahui tentang Donor Plasma Konvalesen bagi penderita Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *