9 fakta vaksin sinopharm

9 Fakta Vaksin Covid-19 Sinopharm, Sumbangan mesir dan Fatwa Halal MUI

9 Fakta Vaksin Sinopharm

Ditengah pandemi yang semakin mengganas ini, Pemerintah tengah menggalakan vaksinasi. Salah satu vaksin yang digunakan adalah Sinopharm. Buat kalian yang hendak divaksin, tidak ada salahnya untuk mengetahui 9 fakta vaksin sinopharm sebagai bekal saat akan divaksin.

Sinopharm bekerja dengan cara memicu sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang dapat melawan virus Corona. Vaksin Sinopharm sendiri adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah infeksi virus Corona atau COVID-19. Vaksin Sinopharm ini direncanakan menjadi bagian dari vaksinasi mandiri atau vaksinasi gotong royong di Indonesia.

9 Fakta Vaksin Sinopharm
9 Fakta Vaksin Sinopharm

Berikut ini 9 fakta vaksin sinopharm

  • Merupakan jenis vaksin dengan platform virus yang di inaktifkan (inactived virus)
  • Vaksin ini telah didaftarkan di Indonesia dan didistribusikan PT Kimia Farma dengan nama sars-cov-2 vaccine vero cell inactivated
  • 1 (Satu) Kemasan vial vaksin jadi berisi 0,5ml untuk 1 dosis vaksin dan diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak penyuntikan 21 hingga 28 hari
  • Ditujukan untuk orang dewasa > 18 tahun
  • Badan POM terbitkan EUA (Izin Penggunaan Darurat) tanggal 29 April 2021
  • Tiba untuk pertama kalinya di indonesia pada 30 April 2021 sebanyak 482.400 dosis 
  • Pemerintah Uni Emirat Arab mendonasikan 500.000 dosis vaksin dan tiba di indonesia pada 1 mei 2021.
  • Komisi Fatwa MUI Hasanuddin menegaskan vaksin ini ketentuannya sama seperti vaksin (Covid-19) AstraZeneca, haram tapi bisa digunakan dalam kondisi darurat.

Efek samping dapat ditoleransi

Soal aspek keamanan, Kepala BPOM Penny K Lukito menyebut efek samping vaksin Sinopharm bia ditoleransi dengan baik. Frekuensi kejadian masing-masing efek samping adalah 0,01 persen atau terkategori sangat jarang.

“Pada usia di atas 60 tahun tidak ada laporan efek samping lokal grade 3,” kata Penny.

Efek samping lokal ringan (0,01 persen):

  • Bengkak
  • Rasa sakit
  • Kemerahan.

Efek samping samping sistemik (0,1 persen):

  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Diare
  • Batuk.

Sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *