Vaksin Covid19 di Indonesia

Ini dia 7 Jenis Vaksin Covid19 yang beredar di Indonesia.

Vaksin Covid19 di Indonesia

Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/9860/2020 menetapkan vaksin yang akan dipakai dalam program vaksinasi nasional ada 6 jenis yaitu: Vaksin buatan PT Bio Farma, Vaksin buatan Sinovac, Vaksin buatan AstraZeneca, Vaksin buatan Sinopharm, Vaksin Moderna dan Vaksin buatan Pfizer-Biontech. Namun hal ini berubah ketika awal Januari 2021 Pemerintah Indonesia menambah 1 lagi jenis Vaksin yang akan digunakan dalam rangka penanggulangan pandemi di Indonesia. Vaksin itu adalah vaksin Novavax, yang merupakan buatan dari perusahaan Novavax.Inc di Amerika Serikat. Hal tentang penggunaan Novavax sebagai salah satu Vaksin Covid19 di Indonesia disampaikan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/12758/2020.

Nama VaksinPembuat
Vaksin Merah PutihIndonesia
Oxford-AstraZenecaInggris & Swedia
SInophramTiongkok
Pfizer Inc and BioNTech Amerika Serikat & Jerman
ModernaAmerika Serikat
SinovacTiongkok
NovavaxAmerika Serikat
Vaksin Covid19 di Indonesia
7 Jenis Vaksin Covid19 di Indonesia

Vaksin Merah Putih

Selain mendatangkan vaksin COVID 19 dari luar negeri indonesia juga mengembangkan vaksin yang bekerja sama dengan lembaga perguruan tinggi yaitu ITB, UNPAD, UI, UGM, UNAIR. Vaksin Merah Putih adalah hasil kerja sama antara BUMN PT Bio Farma (Persero) dan Lembaga Eijkman Institute. Lembaga Eijkman adalah lembaga dibawah naungan kementerian riset, teknologi dan pendidikan tinggi republik indonesia. Vaksin ini diharapkan dapat selesai  pada akhir 2021.

Vaksin Oxford-AstraZeneca

Vaksin ini merupakan hasil kerja sama antara University of Oxford bersama perusahaan Inggris-Swedia, AstraZeneca. Vaksin ini punya tingkat efikasi 62-90 persen, menurut laporan The New York Time. Saat ini uji coba pada 20.000 sukarelawan masih berlanjut. Vaksin AstraZeneca dianggap mudah didistribusikan karena tidak perlu disimpan pada suhu yang sangat dingin

SInophram (China National Pharmaceutical Group Corporation)

Pada 30 Desember 2020, Sinopharm mengumumkan hasil uji klinisnya bahwa vaksin bernama resmi BBIBP-CorV ini memiliki efikasi 79,34 persen. Hal itu diikuti keputusan pemerintah China mengizinkan penggunaan vaksin Sinopharm. Meski pengujian tahap akhir belum selesai, namun di China, kurang lebih satu juta orang telah disuntik menggunakan vaksin ini di bawah izin penggunaan darurat. Uji klinis ini juga sudah dilakukan di Uni Emirat Arab, Mesir dan Yordania. Pada September 2020, Uni Emirat Arab menjadi negara pertama di luar China yang menyetujui penggunaan vaksin ini.

Moderna

Vaksin ini dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi yang berbasis di Boston, AS. Vaksin ini diklaim memiliki efektivitas sebesar 94,5 persen. Pada awal Januari lalu, Moderna telah menyuplai 18 juta dosis vaksin untuk kebutuhan AS, UEA. Vaksin Moderna juga telah diterbitkan oleh Uni Eropa, Israel, Swis, dan Inggris. Moderna meyakini vaksin buatannya telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan BPOM AS (FDA) untuk penggunaan darurat. 

Pfizer Inc and BioNTech 

Vaksin ini merupakan hasil kerja sama Pfizer (perusahaan farmasi AS) dan BioNTech (perusahaan bioteknologi Jerman). Mengutip laporan Coronavirus Vaccine Tracker The New York Time, hasil uji klinis 3 menunjukkan bahwa vaksin Pfizer memiliki tingkat efikasi mencapai 95 persen. Uji Klinis 3 terhadap vaksin ini telah dilakukan dengan melibatkan 43.448 orang yang berusia 16 hingga lebih dari 55 tahun (45 persen berusia 56-85 tahun). Puluhan ribu relawan itu tersebar di AS, Jerman, Turki, Afrika Selatan, Brazil, dan Argentina.

Sinovac

Vaksin ini diproduksi oleh Sinovac Life Science, perusahaan farmasi yang berbasis di Beijing, China. Dokumen persetujuan Emergency Use Authorization (EUA) atau izin penggunaan pada kondisi darurat yang diterbitkan BPOM RI, menyatakan vaksin Sinovac bisa digunakan untuk usia 18-59 tahun. Uji klinis tahap 3 vaksin Sinovac sudah dilakukan di Brazil, Turki, dan Indonesia. BPOM mempertimbangkan hasil uji klinik 3 di Turki vaksin Sinovac mempunyai efikasi 91,25 persen, hasil uji klinik fase 3 di Brazil menunjukkan efikasi sebesar 78 persen dan menurut Kepala Badan POM, Penny Lukito menyatakan bahwa hasil klinis vaksin Sinovac di Bandung memiliki tingkat efikasi mencapai 65,3 persen.

Novavax

Perusahaan vaksin yang berbasis di Maryland, Amerika Serikat, mengembangkan vaksin virus corona berbasis protein yang disebut NVX-CoV2373. Melansir laman resmi Novavax, NVX-CoV2373 merupakan protein yang direkayasa dari urutan genetik SARS-CoV-2, penyebab penyakit Covid-19. Vaksin tersebut menghasilkan antibodi dalam jumlah yang sangat tinggi dalam uji klinis awal.

Pada akhir Desember 2020, uji coba fase 3 lainnya telah mulai mendaftarkan sukarekawan dewasa. Uji coba terkontrol plasebo secara acak akan mendaftarkan sekitar 30.000 orang di sekitar 115 lokasi di Amerika Serikat dan Meksiko. Dibandingkan vaksin Moderna dan Pfizer/BioNTech, vaksin buatan Novavax disebut lebih mudah didistribusikan dan disimpan. Sebab, vaksin tersebut dapat stabil dalam lemari es hingga tiga bulan.

Itulah tadi pembahasan singkat mengenai 7 jenis Vaksin Covid19 di Indonesia. Penggunaan vaksin adalah salah satu usaha pemerintah dalam menghadapi pandemi yang berkepanjangan ini. Untuk itu selalu patuhi dan jalankan protokol kesehatan dan tes covid19 secara berkala jika diperlukan. untuk melakukan pemesanan tes covid19 yang mudah dan nyaman langsung saja gunakan aplikasi teman sehat yang bisa diunduh dari ataupun akses dari kalian ya Sobat Sehat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *